December 15, 2005

magnet to steel

Posted in: Poem @ 12:03 pm

jadi begini ini rindu
datang seperti hantu
entah darimana
bagaimana
dan untuk apa
karena kamu
yang itu aku tahu

December 7, 2005

di balik jendela

Posted in: Poem, Value @ 8:59 am

Image hosted by Photobucket.compembaca pikirankah dirimu?
hingga merasa mengerti
apa yang tersembunyi
di benak orang-orang
yang kau temui?

cobalah buka hati
dan mendengar kata
jangan terus menutup diri
dan menyelubungi telinga
untuk dan dari siapapun juga

terpikirkan olehmu,
kebahagiaan yang mereka nikmati
dan tak pernah kau nikmati
keindahan yang mereka rasa
yang tak pernah kau punya
mungkin hanya imajinasi
yang muncul dari kotor hati

ketika kau begitu yakin berpikir
bahwa semua berkonspirasi
membiarkanmu sendiri
terpikirkah olehmu
semua itu muncul dari iri hati
dan kesukaaanmu menutup diri
larut dalam gelap imaji hati

cobalah buka hati
dan mendengar kata
jangan terus menutup diri
dan menyelubungi telinga
untuk dan dari siapapun juga

pernahkan terpikir olehmu
mungkin terpikir juga oleh mereka
kau si empunya segala
keindahan, kebahagiaan
kemewahan dan harta
yang tak pernah mereka punya dan rasa

pembaca pikirankah dirimu?

December 4, 2005

when my gorgeous one sleeps

Posted in: Poem @ 1:34 pm

let me count
the rain drops
.. and for you
i’ll have them
stop
.. in time
so you can see
beautiful rainbow
when you open
your eyes
waking up

rain drops, rainbow, and india arie…

November 18, 2005

still …

Posted in: Poem @ 12:53 am

fooled
i might have been
by the thoughts
that kept probing
in my head
might have been
badly misled
by the dream
over a kiss
created
but this soul
of mine
pretty much knew
that it needed
a constant dose
of you,
addicted.
the right word
that is.
addicted
like to a dose
of novocaine
in my vein
i’d beg for
some more
of you

jeopardized
my state being
i might have

still …

November 14, 2005

masih disini

Posted in: Poem @ 9:21 am

masih ada dihati pohon besar itu. yang kata orang seharusnya tidak saya puja. ada penunggunya. Image hosted by Photobucket.com pohon itu wingit, kata orang-orang yang sepertinya tidak suka saya memujanya. tapi tetap saja saya memujanya. mencintainya. dalam diam. saya tahu dia mengerti kesepian saya. kesedihan saya. pohon itu selalu mengirim kehangatan yang menyejukkan. berpayung rimbun daunnya, kesepian saya lenyap tergantikan rasa indah tak terjelaskan. dia tahu semua tentang saya. terkadang lebih dari yang saya tahu tentang saya. tapi lalu pohon itu dijauhkan dari saya. ditebas ketidaksukaan orang-orang yang menganggapnya wingit dan tidak layak saya puja meski hanya dalam diam. tapi pohon itu tetap ada disini. dihati.

ketika kegalauan membawa kembali kemana pohon itu sekali waktu berdiri tegak dan saya puja. meski ya hanya dalam diam.

November 7, 2005

pagi ini

Posted in: Poem @ 10:16 am

pandangimu pagi ini, mengembalikan penggalan ingatan masa kecil. ketika kesedihan hanya berbentuk mentari yang bersembunyi dan acara bersepeda terhalangi. dan kecemasan hanyalah perasaan yang ada karena keceriaan penyebab lupa waktu dan membayanglah kemarahan ibu. ahh bau tembakau.

aku rindu kamu

kudus pagi ini…