gay. sebuah pilihan hidup. kenapa tidak?
ih liat deh. dih. pasti cowok itu sakit.
alah sok tau deh lo. tau darimananya coba?
liat dong gayanya gitu amat.
ah jangan nuduh deh.
alah. udah deh. pasti sakit. ‘caya ma gue!
percakapan itu terjadi beberapa saat yang lalu. masih segar diingatan saya. terutama kata *sakit* itu. sakit apa?
yap. ini soal kecenderungan orientasi seksual yang, pinjem kata tadi, sakit.
wait!
emang yang sehat yang kayak gimana? yang heteroseksual?
i am truly blessed to have several friends who are homosexual and are not ashamed at all of their condition. mereka pribadi yang mengagumkan, memiliki kepercayaan diri dan tidak munafik. smart mature individuals who live happy life. nah kalo udah kayak gitu masak iyah dibilang sakit? bukannya orang sakit ngga bahagia jah?
entahlah.
saya juga tidak terlalu pusing soal hal itu. saya pikir kata sakit itu tidak pada tempatnya ditempelkan pada mereka.
bayangin aja. biasanya kalo sakit kita harus jauh-jauh dari yang sehat. harus buru-buru minum obat biar sembuh. dan kalo sudah sembuh harus menempuh banyak langkah untuk mencegah penyakit datang lagi. dih.
lah mereka harus dihindari karena apa coba? hanya karena mereka dicap sakit? saya tidak melihat gejala sakit apapun, itu yang pasti. masih bisa minum kopi didepan saya yang minum teh. masih bisa bayarin passion fruit tea saya
masih bisa kasi daftar bacaan bermutu dan banyak lainnya. jadi saya pikir mereka tidak sakit.
orientasi seksual mereka aja yang berbeda dengan saya dan kebanyakan kenalan saya. berbeda tapi tidak sakit.
hidup di masyarakat yang sebagian masih menabukan hubungan macam ini membuat beberapa dari teman saya itu memilih untuk tidak coming out. bukan. bukan munafik demi imaji.
seorang teman, lesbian, mengatakan sebagian besar orang terdekatnya sudah tahu karena dia tidak pernah menutupi keadaannya meskipun juga tidak sepenuhnya coming out. ini alasan dibelakang keputusannya itu :
kalo yang jadi korbannya aku sendiri sih gapapa ‘na, masalahnya kalo yang menjadi korban itu ibu kandungku yang dihakimi masyarakat sebagai seorang ibu yang gagal mendidik anak. gimana coba? itu sungguh tidak adil buat dia.
my. i was dumbstruck. mana ada coba orang sakit yang bisa berpikir begitu *dalam*?
oijah, kepikir ngga masyarakat kita ini emang suka aneh. kalo ada ibu yang anaknya turned out to be lesbian atau homoseksual gampang aja dijudge salah didik, gagal menjalankan peran sebagi ibu yang baik, blah blah blah. nah lo! homoseksual kan orientasi seks. nah padahal masyarakat sendiri yang suka menabukan pendidikan seks dirumah. doh.
balik ke soal coming out, seorang teman lainnya, biseksual, berkeputusan untuk tidak akan pernah coming out terang-terangan. saya pikir tidak ada moral benar salah didalamnya. semua itu hanyalah pilihan hidup. selama menyadari setiap konsekuensi dari tiap pilihannya, then be it.
bukan, saya bukan pembela mereka. ataupun menguasai hal-hal mengenai kecenderungan seksual macam ini. saya juga tidak akan bisa menjawab apakah dosa menjadi homoseksual. hanya saja saya gerah kalo mereka mulai dicap sakit, kalo sakit itu berarti harus dihindari.
lagian sejak kapan orientasi seksual menjadi batasan dalam suatu pertemanan?
a tribute to my dearest friends, yes you know who you are *our conversation today is so fruitful* and yes i am blessed to know you all! *hugzzz*
here is a great quote for all of you as well as the rest of us : homosexual is the one who take the desires for reality, because they believe in reality of desires.
ps : oijah temen saya yang lesbian itu juga kadang sama nyebelinnya ama temen saya yang orientasi seksualnya heteroseksual, nah kan kalo udah sama gini ngga bisa dibilang mereka sakit atau ngga normal kan? hihihi.. tau tak, dia mau saya promosikan sebagai lines yang sedang mencari pasangan preferably di bawah 30 tahun dan berdomisili di bali. wetsetttt, lo kata gue biro jodoh apa? siaul lo ah

bay :
December 29, 2005 @ 3:45 pm
hmmm, i love PS part!
bune bukannya blog elo memang udah multisarana jadi sarana nambah kenalan, ajang kencan, selingkuhan-maya, nah sekalian aja jadiin biro jodoh.. lumayan tambah2 penghasilan kalo proyeknya sukses hihihi
e-Fun :
December 29, 2005 @ 4:09 pm
Na… temen lo yg lines gw kenalin ama temen kantor gw *you know who* yg lines juga aja gemanah? ;;) wink wink… btw… gw mawu jaguaaarrr!!!
e-Fun :
December 29, 2005 @ 4:41 pm
Numpang nyanyi ya jeng…
“Homooo jugaaa manusiaaa… Punya rasa punya hatiii… jangaaan saaamakan dengan pisau belatiii…”
bay :
December 29, 2005 @ 4:49 pm
bune, numpang jawil e-fun.. e-fun, numpang titip salam buat temennya * wink wink *
'ka :
December 29, 2005 @ 5:04 pm
here, in this country, people/company can get sued over sexual (orientation) discrimination…
which i’m sure it doesn’t happen in indonesia
i personally don’t care about anybody’s orientation. who cares! it’s their choice… i’ve seen and heard how certain people were trying to change one’s orientation by giving him/her lectures or therapies…. c’mon, people!!! what? by telling them that they’re going to hell, a gay person suddenly become a heterosexual???
lighten up! being gay isn’t a disease, and PLEASE never call ‘em that… plus who are we?? GOD?? who can decide who goes to hell/heaven???
treat others as you want them to treat you…
dental :
December 29, 2005 @ 5:46 pm
mm.. gak tau ini oot atau nggak dgn post kmu na..
ada seorang rapper yang diklaim phobia dengan org homo mm.. apalagi setelah merilis single tentang kisah cinta fans laki-laki terhadap dirinya… demonstrasi para gay dan lesbian pun marak memprotes video klipnya
but… suatu hari di sebuah penganugrahan musik kelas dunia, doi malah duet dengan musisi homo yang baru saja menikah bulan desember ini.. kolaborasi mereka mencengangkan banyak pihak dan membuka pikiran2 picik yg selama ini ditujukan padanya
mm… jadi yang mana yah yang sakit ya?
g :
December 29, 2005 @ 6:26 pm
saya yang sakit bu…
pilek dan badan gembreges
karena hujan terus2an
dan matahari entah kemana
Doni Kristian :
December 30, 2005 @ 1:38 am
i do care about people’s sexual orientation.
ai- :
December 30, 2005 @ 7:33 am
di sekitar gw juga banyak orang2 seperti itu, na. it’s okay for me, selama kita tak saling ganggu dan saling menghargai.
nah, masalahnya..ada beberapa orang diantaranya yang suka ‘mengganggu’ yg laen, istilahnya mempengaruhi untuk jadi satu pilihan ma dia.. nah, yg gini ini rada2 ngrepotin khan?
anonymuis :
December 30, 2005 @ 8:11 am
I read and clicked on more I thought you was going to talk about … sakit = gila
'ka :
December 30, 2005 @ 12:51 pm
dental,
you mean eminem and elton john?? why don’t you just mention the names?
doeljoni :
December 30, 2005 @ 3:20 pm
yg sakit mah orang yang dengan gampang menghakimi …
andry :
December 30, 2005 @ 6:36 pm
I love women. I love ‘em very much.
kienho :
December 30, 2005 @ 6:37 pm
I don’t care about other people’s sexual orientation. itu kan urusan mereka sendiri .. kalau mereka nggak jahat sama saya, kenapa saya mesti anti sama mereka? masalah benar atau nggak di agama, juga kan urusan mereka sendiri …
harusnya masalah sexual orientation ngga jadi batasan dalam pertemanan .. kalau mereka bisa jadi teman yang baik, kenapa nggak ..
Umby :
December 30, 2005 @ 7:54 pm
hmmm… saya dah pernah share house my cowok homo. Being honest, tadinya gw juga ga peduli seksual orientation orangnya mo apaan, tapi setelah gaul ma dia dan teman2nya (temennya yg gay, yg gw tau banyak bo! 30an lebih) kok gw jadi peduli yah?
ga bisa pukul rata sih, tapi kebanyakan dr mreka krn hidupnya githu2 aja, ga terlalu ada planning ke masa depan (kalo heterosexual khan biasanya ada planning pingin married, trus nabung bwat beli rumah, punya anak, trus sekolahin anak dimana, etc) jadinya biasanya mreka resort ke hal yg engga2. dan biasanya value relationship jadi udah ga ada lagi diantara mreka. krn emang ga bakal “kemana2″ juga ke depannya, ga peduli lah kalo cheating sana-sini, having sex sana-sini. toh hubungannya juga ga bakal kemana2 kok.
jadi kalo opini gw, kayaknya by being heterosexual means you’ll be more gay… since PROBABLY itu kodrat kita…
aRdho :
February 3, 2006 @ 7:16 am
disini homo banyak…
jadi udah biasa…
dr yang cuman pegangan tangan..
ampe yang vulgar….
:p
hendra :
March 8, 2006 @ 10:04 am
emang mereka bukan untuk dihindari kok Na… Mereka justru butuh kasih sayang yang lebih dari kita.
bayu mulyono :
April 21, 2006 @ 6:58 am
memang… seoarang gay merasakan kadang duka kadang suka kasus ini terjadi pada diriku aku pernah melakukan hubungan sex tetapi dengan sesama jenisku ya… kalau bahas latin tuu… homo gitu….pernah aku lakukan itu dan aku merasa sangat nyaman dan kini aku ingin melakukannya lagi tetapi pasanganku kini tidak pernah lagi ada terus gimana donkkk…. aku ingin menjadi gay… yang diminati banyak orang terutama mereka yang ganteng …….mantap
from bayu m
jl. ngesrep brt 5 no. 19
semarang