kaya tanpa harta
cap jenis apa yang akan ditempelkan ke seseorang yang terus saja bertanya? bertanya apa saja. sekedar bertanya entah untuk alasan apa. bertanya untuk jawaban. bahkan mempertanyakan jawaban. ribut? banyak kata? bodoh? pintar? kritis? aneh? gila?
nah sekarang, kalau sering-sering bertanya tentang nilai-nilai yang telah jamak diterima di suatu kumpulan manusia? mempertanyakan tentang hal-hal yang selama ini dianggap lumrah? dianggap suatu nilai bersama yang harus diamini semua. mempertanyakan hal-hal yang sudah dianggap kebenaran mutlak. apakah akan sekedar dicap seperti cap-cap diatas? atau malah lebih parah dicap tak beretika? tak bermoral? gila?
tapi semangat memandang hidup dari sudut pandang yang luas dalam hal menikmati, merespon, memanfaatkan, menghargai hal-hal yang ditawarkan hidup ini, dengan terus bertanya, bertanya, dan bertanya sungguh menarik. untuk bisa menikmati, merespon, memanfaatkan, menghargai semua sensasi dan rasa yang ditawarkan kehidupan dengan cara yang tidak standar, yang tidak mainstream. untuk menikmati apa-apa dalam hidup ini dengan sepenuhnya. menyadari bahwa hidup yang lurus akan membosankan. sedangkan yang sedikit berliku dan berbatu seringkali menyiapkan tantangan yang menyenangkan.
merespon tawaran kehidupan dengan tidak menerima begitu saja tapi mengkritisi tanpa rasa takut terhakimi hanya karena dipandang berbeda. terbuka mendengar semua pandangan hidup orang lain tanpa harus mengorbankan nilai-nilai pribadi, meski tentu saja berkorban mengalah bukan berarti kalah kan? tidak malu atas apa yang menjadi iman percaya. bukan, bukan bicara soal agama. percaya tentang apa saja. siap dengan semua konsekuensinya. bahwa semua ada harganya.
menjadi kaya tanpa entiti harta. kaya yang karenanya selalu bisa menikmati semua sisi kehidupan tanpa rasa takut atau malu saat berbeda.(biasanya seperti itu kan? orang kaya dengan entiti harta jarang takut, berpikir semua bisa diselesaikan dengan harta - ini loncatan pemikiran, jangan hiraukan)

Doni :
December 6, 2005 @ 3:41 am
saya mau kaya! dengan harta! beli kamera DSLR itu harus pake duit jendral!
andry :
December 6, 2005 @ 4:13 am
J. R. Manao: postingan super ngarang
andry: opo seh
andry: browserless
andry: FF sux !
J. R. Manao: loh kok isok?
J. R. Manao: koen ngga isok moco blog?
andry: FF error..
andry: buka IE.. aku rodho2 gengsi
J. R. Manao:
J. R. Manao: tak kopi paste tah?
andry: oo.. kaya toh
andry: hehe
J. R. Manao: hihihi
J. R. Manao: iyah
andry: desperate banget
J. R. Manao: opo?
andry: yo tulisane
J. R. Manao: postingan iku?
J. R. Manao: wah ini pandang abaru
J. R. Manao: kok malah desperate
J. R. Manao: when i am actually motivated about it
J. R. Manao: desperatenya gimana coba?
J. R. Manao: i’ll listen to reason
andry: unbalance lah
andry: skeptism
J. R. Manao: how come?
J. R. Manao: hanya karena aku bilang kaya tanpa harta?
J. R. Manao: atau karena kalimat terakhir dalam kurung?
andry: karena ndak ngoncek’i aspek kaya dengan harta
J. R. Manao: i see
J. R. Manao: coba kamu baca tanpa liat judul
andry: wes
J. R. Manao: aku kan emang selalu ngawur soal judul
J. R. Manao: aslinya judulnya adalah wide spectrum
J. R. Manao: bukan berarti ngga boleh kaya harta dong
andry: it’s about choice aja kok
andry: suka2 orang
J. R. Manao: oh mungkin lebih tepat kaya tanpa entiti harta
J. R. Manao: judulku misleading somehow
J. R. Manao: but of course how people intrepret fascinate me
J. R. Manao:
J. R. Manao: dan aku lho pengen kaya
J. R. Manao: cuman disini aku nulis soal kaya bukan dalam entitas harta
andry: ya.. about choice aja
andry: kaya itu pilihan kok
J. R. Manao:
J. R. Manao: aku merasa kita membicarakan topik yang berbeda
J. R. Manao: aku lho gak nulis soal kaya dalam arti berharta atau paling ngga berpunya
andry: kaya dengan wise itu.. beda lageeeeeeeee…
J. R. Manao: hihihihi
J. R. Manao: ya ya ya
J. R. Manao: taulah aku
andry: sama seperti …
andry: pinter dengan S1
andry: pinter .. dengan title sekolah
andry: sama seperti agama
andry: kalo misalanya udah tahu hakekat agama kenapa mesti harus pergi ke gereja/mesjid : wrong !
J. R. Manao: tulis di komen aja om yang itu aku udah tau so far
andry: IE - ne wes ke close
fahmi jelek :
December 6, 2005 @ 5:32 am
kamu tau roti sari kaya? di jkt ada tuh…
gita :
December 6, 2005 @ 9:46 am
kaya hati! lebih bijaksana ato seperti apa? ah klo aku mungkin lebih memilih buat punya kekayaan iman, tp aku lom bisa, apa santa claus mo kasih aku hadiah itu yah natal kali ini? humm..tp kaya tanpa harta itu bukan datang dgn sendirinya kan, kita yg harus menumbuhkannya, apapun itu
*cie sok wise si gita*
ai- :
December 6, 2005 @ 10:51 am
bentar..bentar.. ini lagi bahas apa yah?
*males-mikir-mode set on*
ai- :
December 6, 2005 @ 10:52 am
ga lagi nyentil MUI dan keputusan barunya kan?
*soalnya gw lagi sensi ma masalah itu tuh, huh!!*
noldie :
December 6, 2005 @ 11:55 am
ergh…
gw mo kasih komen yang agak melenceng. ngedengar judulnya, KAYA TANPA HARTA, ndak tau kenapa, gw jadi inget falsafah batak, ANAKKON I DO HAMORAON DI AU [anak ku itulah kekayaanku].
:)
setiap inget hal itu, gw pasti ga bisa nahan air mata ngeliat perjuangan bokap nyokap. thx for mom and dad!!!!
mungkin itu juga makna dari kaya tanpa harta. ngeliat anak-anaknya berhasil, walo seumur hidup mereka cuma bisa makan ikan asin dan sayur daun singkong, mereka udah ngerasa sebagai orang paling kaya. *hugs*
komen ini sekalian ungkapan thx gw yang luar biasa buat bokap yang sedang ultah!!!! i love u so much, dad…
hericz :
December 6, 2005 @ 11:15 pm
*idem ama donceh*
beli DSLR gak bisa bantingan ama istri yah?