December 1, 2005

the men’s world?

Posted under: Value @ 5:13 pm

nanti malam semua orang pertama dan kedua dari tiap departemen yang ada di tempat saya bekerja akan makan malam bersama di ma joly restaurant atas undangan bos saya. nah kemaren pas nyiapin daftar undangan berdua dengan bapak bos, kami tiba-tiba tertawa geli mendapati dari 22 orang undangan hanya ada 2 wanita saja, saya dan director of sales and marketing. the men’s world?

di beberapa perusahaan bahkan pemerintahan seringkali ada sejenis alokasi posisi buat para wanita. denger denger 30% allotment for women. mungkin tujuannya bagus, to promote chances for women to excel. di tempat saya bekerja juga ada program khusus buat karyawan wanita berprestasi untuk mengikuti program high potential dimana kiat dibekali berbagai macam ilmu manajemen melalui training-training dan sistem mentoring.

selain program high potential itu, di perusahaan tempat saya bekerja, penyetaraan jender dalam hal kesempatan kerja dan/atau promosi merupakan satu hal yang sangat penting. jadi tidak ada namanya pria-pria lebih diutamakan. siapa yang mampu dan mau dia yang akan maju. ini salah satu alasan saya suka bekerja disini. loh kok jadi ngelantur?

kalo mau rada bitchy :mrgreen: , praktek pengalokasian seperti ini malah sedikit banyak jadi pisau tajam penghambat kemajuan para wanita. lah kalo dibatasin 30% gitu gimana dong kalo ada banyak wanita berpotensi? sekarang-sekarang ini banyak wanita yang mampu dan mau berkarir dengan sama semangatnya seperti para pria.

di lain sisi, pengalokasian ini juga tidak menutup kemungkinan muncul wanita-wanita ke permukaan mempimpin hanya sekedar supaya alokasi itu terpenuhi, so tanpa liat-liat potensi dan kemampuan main promosi aja. bukan rahasia lagi ada banyak wanita berposisi karena koneksi bukan potensi. karena lama kerja buat kemampuan kerja. karena tidak ada pilihan yang lebih baik. duh.

ah ini simpel aja sih, saya tidak terlalu suka pengalokasian itu. penyetaraan kesempatan tanpa memandang jender sudah harus jadi agenda dalam dunia kerja. siapa mampu dan mau dia maju. kita udah pernah punya presiden wanita, kapan yah kita punya menteri wanita yang tidak hanya memimpin kementerian ini-ini saja?

lagi gemes ama temen yang enggan maju kalah duluan sebelum perang hanya karena ngerasa cewek dan pasti kalah ama cowok dipersaingan untuk suatu posisi. duh.

11 Feedbacks »

  1. Gravatar

    hericz :

    December 1, 2005 @ 10:28 pm

    Wow,

    hanya dengan membaca paragraf pertama, tampak sekali bahwa postingan ini sarat dengan pesan kenarsisan yang kental.

    Nana penting gitu loh

    nana ..::hihihi jelas saya yang paling penting lha saya yang bikin undangan, kan tinggal saya masukin aja nama saya :mrgreen:

  2. Gravatar

    naga :

    December 1, 2005 @ 11:08 pm

    Wah baru aja kemaren2 baca di koran, ada satu investigasi dari Harvard univ. katanya kaum wanita itu tidak suka bersaing.
    walaupun diberi incentiv.
    sedangkan pria lebih punya rasa percaya diri atas kemampuannya.
    Jadi gimana nih?
    kalo aku pikir sih, kesempatan yang diberikan kpd kaum wanita itu menjadi satu cara memojokkan wanita itu sendiri, karena seakan-akan kita diberi kesempatan secara khusus…
    Padahal kompetensi antara pria dan wanita harus terbuka dan adil - kalau memang kita mampu bersaing dgn pria.

    nana ..::exactly my point! ngga perlu ada kuota segala lah, mari kita bersaing secara jantan eh betina :D ? eh yang pasti secara sehat dan fair tanpa memandang jender!

  3. Gravatar

    dodY :

    December 1, 2005 @ 11:49 pm

    namanya juga indonesia, jeng! male-dominacy masih susah utk ditumbangkan… hehehehe… ini bukan pendapat yg bias gender kan?

    nana ..::dimulai dari rumah anak laki-laki sering dianggap lebih penting thanks to that patriarkal sistem, jadi mereka lebih dapat kesempatan untuk sekolah dan belajar. jadi bukan susah ditumbangkan, dikondisikan begitu tepatnya. but things are changing, slowly but they are taking place!

  4. Gravatar

    gita :

    December 2, 2005 @ 9:20 am

    udah kadung patriarki sich na jdnya susah, wanita udah under estimate duluan, meski digembor2kan emansipasi juga keknya tetep wanita selalu berada di 2nd place gitu, lg2 ya krn kodrat :(

    nana ..::kodrat git? apa sih itu kodrat? wanita sering kali dianggap lemah, being underestimated yes, ngga tutup mata sama kenyataan itu, tapi kadang wanita sendiri yang nganggep lemah dirinya sendiri, treating herself unfairly, kalah duluan sebelum berperang kemakan anggapan-anggapan dan stigmata-stigmata yang udah ditempelkan masyarakat. doh! tapi kalo kodrat? hmm.

    oiyah soal patriarkal. di nias juga gitu. tapi aku suka apa yang dikatakan papaku suatu saat : anak laki-laki memang penting, tapi anak perempuan adalah permata :)

  5. Gravatar

    yanti :

    December 2, 2005 @ 9:56 am

    hehehe you tell me.. gue udah sering banget berada di satu ruangan penuh dengan lelaki, dan gw sendiri cewe. dunia telekomunikasi dan IT kayaknya bukan “milik” kaum cewe :( .

    eniwei, gw juga kurang setuju dengan kuota. tapi ada satu kuota yg gue agak setuju, yaitu dalam pemberian beasiswa. krn tujuannya, biar semakin banyak perempuan yg bisa sekolah tinggi. mungkin ada sebagian cewe dalam kuota itu yg ga sebagus cowo2 yg kebetulan tersisih krn adanya kuota. tapi ya.. itu.. moga2 dgn makin banyak cewe berpendidikan, ngga ada lagi “penomorduaan”.

    soal kodrat, menurut gw kodrat itu ya yg biologis aja. melahirkan, menyusui… makanya gw paling bete ama aturan maternity leave di Indonesia yg menurut gue MELANGGAR KODRAT perempuan untuk menyusui bayinya lebih lama.

    nana ..::aha kodrat kalo dalam hal biologis macam itu, i am with you jeng! hihihihi sayah dikantor juga paling cantik tak ada duanya :D
    yap, beasiswa kan banyak yang gitu ada kuota khusus buat cewek-cewek dan calon mahasiswa dari indonesia bagian timur *yang itu aku setujuuuuuuuu*

  6. Gravatar

    gita :

    December 2, 2005 @ 10:58 am

    lagi na, ttg kodrat, slma ini kan dicekokin klo wanita ga boleh lebih tinggi dr laki-laki, dan itu seperti mendarah daging, antara kewajiban nantinya sbg seorang istri dan ibu, mgkin itulah yg digembor2kan sbg kodrat.

    Aku sendiri bapakku tidak punya anak laki-laki smuanya perempuan, tp ditekankan kita ga bole bergantung sama lelaki sepenuhnya, biar nantinya ga setinggi lelaki tp setidaknya itu hsil kita sndiri, bukan begitu na?

    nana ..::oh yang kayak gitu namanya kodrat yak? *manggut2* hehehe.. buatku kodrat ya kayak jeng yanti bilang cuman masalah biologis doang. yap tapi bener kita para wanita sering dikejami *halah bahasanya* dengan segala aturan-aturan kayak yang lo bilang, cuman yah, aku pikir salah kalo ngalah ama keadaan yang dikondisikan macam itu. toh kita ini sama-sama manusia, wanita juga manusia gitu looh :mrgreen:
    yang penting we need to prove ourselves lah, ngag usah harus ngalahin cowok atau bijimana. stretch our potency, push our limit ;)

  7. Gravatar

    'ka :

    December 2, 2005 @ 2:47 pm

    totally agree…. but then, it might be a little harder to be a career woman in indonesia since there’re LOTTA ‘expectations’ somehow towards woman… according to so-called ‘eastern culture’

    nana ..::yap. but riddles are there for us to overcome ;)
    you might be interested to read this :mrgreen:

  8. Gravatar

    Pipit :

    December 2, 2005 @ 5:04 pm

    Setuju!! *sambil angkat2 nana*

    Quota memang sword with double edges. Tergantung gimana ngeliatnya. Di sini juga mulai ramai keluhan tentang quota ini, karena ada posisi penting yang dikasih ke perempuan hanya karena dia perempuan.

    Tapi gue rasa quota harusnya juga diiringi dengan penyerataan penyediaan kesempatan. Nggak jarang perempuan yang kurang berpotensi namun duduk di jabatan penting dikarenakan beliau punya network. Dan perempuan yang berpotensi nggak bisa menikmati quota karena nggak tahu harus ngirim CV ke siapa.

    About limit, most women do not realize that it exist in their head. We are not chained from outside, but mostly inside our mind. Seperti kata nana..push our limit. :)

    nana ..::udah udah turunin dong ahh, maluu nih hihihihi…. *blushing*
    ijaaah benar sekali, banyak banget deh yang berposisi karena koneksi dia anak siapa atau gebetan sapa kinda stuff gitulah :P duh nutup kesempatan buat cewek-cewek keren deh huehuehue…
    yap! kalah sama pikiran kita sendiri, kalah bahkan sebelum maju perang. duh.

  9. Gravatar

    'ka :

    December 2, 2005 @ 11:15 pm

    well, answering to the blog you referred me, i got only 1 thing to say… some guys don’t even know how to pee straight :D forget about wearing his briefs… :D ;)

    nana ..::nyahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha…

  10. Gravatar

    andry :

    December 3, 2005 @ 11:59 am

    Some women just dont know how to stop and keep pushing things out of its places in the name of feminism.

    Yet, they (women) dont get a darn thing that feminism is actually an opression tool of capitalism.

    Within every power comes great responsibility.actually if you –gals– really think hard not only with your so-called compassion feeling but also with your inner brainer you’ll find out that it is men who fighting the weight of the world for you.

    Even if that man doesnt know how to pee straight, they will fight for you.

    I’m not talking about boys. I’m talking about men. Make no mistake in judging things from a single perspective.

    Wife make sure that the cup always fill with finest hot-coffee for their men.
    So is man, shielding you from the cold-bloody-world.

    Hard to understand ?

    Get a decent man. There’s plenty of them.
    And no, not boys !

    Yes I’m talking loud, but actually I’m not angry about this.
    Wise man said : women is like a fragile bone. If you try to fix them, they will broke. If you just let them as the way they are, surely they will be even more fragile.

    Walking in the middle of it is not an easy task, I told you.
    It’s because I love women. I respect them. And I loose my ribs for them.

    nana ..::menohok! :P hehehehe i am not talking about feminism ndry. what is it anyway? i am not talking about trying to mengalahkan pria atau apa, just that we need to stretch our potency, push our limit. heyy, you love women? i can see that :P

  11. Gravatar

    noldie :

    December 5, 2005 @ 11:28 am

    itoku nana nan jelita…

    lupakanlah semua genderisasi itu….

    hayuuu…buka mata, dan nikmatilah menjadi rebutan diantara para lelaki itu. heuheuheuheuheuheue

    nana ..::waahhh. iya yah? good point! hueheuhuehuehue…

Leave a comment

(required)

(required)