November 14, 2005

agama dan logika?

Posted under: Friends, Value @ 6:58 am

Image hosted by Photobucket.coma terrific saturday night spent with dental after like what? a month? lama yah biasanya tiap minggu selalu ada acara nonton ataupun hangout anyway nice meeting you again friend! ketemuan jam 9 kita langsung ke warung-warung buat makan. rencana yang dari dulu ketunda mulu, keseringan end up di black canyon :mrgreen: pas kita datang warung-warung udah mau tutup so makanan yang tersedia jenisnya terbatas tapi enaaaaakkk. ngga nyesel deh. lagian berasa eksklusif deh cuman ada kita bedua. cozy place also to chit chat catching up what we have missed hehe. so lo makin ngetop aja ya den? banyak penggemarnya? *wink wink* hihihihi….

dari warung-warung kita ke disctarra iseng browsing-browsing DVD music, cuman yang dicari kagak ada. hiks. ya sut. jadi yah ke bakery aja beli roti buat cemilan pas nonton. waks jam sepuluh kurang kita nyampe di 21, halah antrian orang yang mo nonton transporter 2 udah panjang saja kek ular naga. duh. tapi kita emang ngga niat nonton itu sih. dari 2 film mitnait yang diputer, transporter emang bukan pilihan kita *aslinya lo pengen nonton apa artinya cinta kan, den? udahlah ngaku ajah! hihihihi*

dan yep sesuai rencana kita nonton Rivières pourpres II - Les anges de l’apocalypse secara berdasarkan resensi yang udah kita baca, film yang dibintangi jean leno ini, termasuk kategori thriller pembunuhan beraroma horor yang emang kita doyan :mrgreen: aslinya ini film perancis tapi udah didubbing so lumayan lucu juga ngeliat gerak bibir para pemainnya. oh iyah selama film udah ngebatin ajah yang jadi reda mirip teroris programmer ini, eh tau-tau dental nyeletuk : na, mirip andry yah? huehuehuehue… *so ndry, kapan kami mau kamu traktir makan-makan setelah kami muji lo kek gini? :mrgreen: *

filmnya menegangkan. wuih adegan kejar-kejarannya seru. rada dragged on seh, tapi seru ngeliat gaya para biarawan terbang-terbang dan lari secepat angin macam ninja. wih. keren abis! belum lagi adegan-adegan pembunuhannya yang fantastic full of blood *kok kita kedengaran kek psiko ya den doyan yang ginian?* wis pokoknya menegangnya dari detik pertama hingga akhir. dan soundtracknya keren banget. puas wis nontonnya meski kalo dipikir-pikir moral of the storynya ngga banyak. palingan soal ketamakan manusia yang pengen playing god *jamak terjadi akhir-akhir ini yak?*

yang bikin penasaran sampe sekarang cuman : itu dari tembok biara kok bisa keluar darah yak? sampai film kelar ngga ada penjelasannya. huh. penasaran tauk!

di realita, sadar ngga ada banyak hal yang berkaitan dengan agama seringkali tidak terjelaskan. katanya karena untuk hal-hal spiritual kita memang ngga bisa (atau ngga boleh?) pake logika. harus dengan iman percaya. hmm.. apa gara-gara itu banyak kekacauan terjadi akhir-akhir ini? banyak orang kebingungan dengan apa yang dianutnya sendiri? ama apa yang dipercayainya? ngga heran diprovokasi dikit aja itu orang-orang bingung makin bingung? gampang banget mempercayai salah satu dari kaumnya yang keliatan sedikit lebih intelek dibanding yang lain. hantam kromo ngikut aja meski ngga seratus persen mengerti ajaran yang diterima? kebayang kan kalo bertanya dijawab gini : memang tidak bisa dijelaskan, semuanya untuk dipercaya dengan iman, jangan sekali-kali pakai logika!
hmm …

ps : di warung-warung dah ngga ada lagi absolut kek jaman masih awal-awal buka :D yang tetep ada cuman deretan kerupuk dan keripik hihi
oiyaaah satu lagi, makasih fotonya ya jeng, heran tiap kesana pasti lupa bawa kamera :D

3 Feedbacks »

  1. Gravatar

    noldie :

    November 14, 2005 @ 4:12 pm

    hm, dulu aku suka berdebat soal agama dengan kakak rohani ku. begitu banyak masalah agama yang menjadi bahan pertanyaan, dan sejujurnya setiap jawaban yang diberikan tidak memuaskan.

    sampai satu saat, kakak rohaniku berkata…

    “Kamu kalo pake logika, tidak akan menemukan sesuatu yang luar biasa. karna akal pikiranmu tidak akan bisa menjembatani jarak antara Tuhan dan dirimu. kalau segala sesuatu tentang Tuhan bisa kita rumuskan, itu berarti eksistensi TUhan dengan kita udah sama. namun, kamu bisa mengundang Tuhan utk berada di dekatmu, sehingga kamu bisa merasakan eksistensi dan kehadiran-Nya.”

    awalnya aku masih menolak perkataan itu. sampai satu saat, aku ditemukan pada satu titik, dimana aku harus melepas segala logikaku. dan Puji Tuhan, aku bisa menemukan-Nya dan aku bisa emrasakan-Nya.

    dari situ aku simpulkan, Tuhan tidak bisa dicari dengan logika, tapi dengan hati. hati yang rindu bertemu dengan-Nya.

    that’s why saat ini, utk menghindari perpecahan bangsa karna nama agama…gw lebih menganjurkan kita kembali ke esensi agama kita masing2. miliki hati yang rindu utk bertemu dengan-Nya. dari situ lah kita bisa menemukan kebenaran-Nya. bukan melalui logika dan penafsiran pribadi yg berdasarkan akal pikiran.

    nana ..::setuju banget ito. plus mungkin juga saling menghormati kali yak. grabbing the essence, at least the universal values yang dishare setiap umat beragama kayak saling menghargai, saling menyayangi dll. dan bukan sibuk melihat “baju” yang berbeda dan menghakimi “baju” yang ini lebih bagus dari “baju” yang itu atau sebaliknya ;)

  2. Gravatar

    awaloeddin :

    November 14, 2005 @ 4:13 pm

    bukan karena nggak bisa di-logika. lebih karena logika manusia nggak bisa njamah logika Yang Maha Berlogika. kita nggak perlu bisa melihat oksigen untuk bisa mempercayai kalau oksigen itu ada dan berguna.

    nana ..::setuju. my point exactly.

  3. Gravatar

    Mistikus Cinta :

    November 15, 2005 @ 9:25 am

    Seandainya kita membawa televisi saat ini kehadapan Julius Caesar, pasti kita akan di anggap penyihir…
    Karena barang yang kita bawa itu gak masuk logika saat itu..
    Bisa-bisa kita dibakar hidup-hidup..

    ah.. sebuah ide cuap-cuap baru lagi dari nonik satu ini..
    :wink:

    nana ..::jangan lupa royalti. ide juga karya seni dan karya intelektual hihihihi….
    yap benar, selama masih trapped in material world lengkap dengan simbol-simbol yang keliatan mata, tanpa berusaha mengerti dan memahami esensi, maka hal-hal sejenis itu akan menimbulkan hal-hal yang kurang baik *sok tua*

Leave a comment

(required)

(required)