November 12, 2005

menjadi berani itu pilihan!

Posted under: Value @ 3:03 pm

Image hosted by Photobucket.com pernahkah kamu mendapati dirimu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dibenakmu sendiri? pernahkah kamu memperhatikan jawaban-jawaban seperti apa yang muncul atas pertanyaan-pertanyaan yang meletup di dirimu sendiri? pernah?
pernahkah kamu berpikir kenapa kamu bertanya lalu kamu jawab sendiri? dan kenapa jawabannya seperti itu? pernah?

aku sering. aku jawab sendiri pertanyaan yang berkelebat di sisi hati. dan semakin dipikir seringkali jawabannya bersifat terlalu *aman*. menjauhkan diri sendiri dari kemungkinan kecewa, terguncang ataupun tersakiti. huh. bukan pilihan bijaksana aku pikir. memang sih jadinya terlihat kuat dan stabil. karena semua resiko ditekan sedemikian rupa. dengan jawabanku sendiri yang tentu saja enak diterima oleh diriku sendiri.dan tidak cukup berani mendengar jawaban sekiranya pertanyaan yang sama terlontar keluar diri. tapi mau begini sampai kapan?

hingga sampai ke pemikiran, memangnya kenapa kalau sesekali mengekspos diri terhadap kemungkinan-kemungkinan selain yang terbetik didalam alam pikiran sendiri? membiarkan diri mendapatkan jawaban yang tidak selalu terdengar indah ditelinga? bukan berarti itu hal yang buruk kan? mungkin saja meski terdengar buruk, jawaban itu membawa tantangan baru untuk maju. untuk berkembang. untuk menjadi lebih kuat. mungkin saja kan?

bagaimanapun hidup ini soal cinta, proses pembelajaran, ujian-ujian dan perayaan-perayaan. gimana bisa kita mengalami perayaan atas kesuksesan kalau tidak pernah mencicipi kegagalan? bagaimana bisa kita tahu kita semakin baik kalo tidak melalui ujian-ujian? hmmm…

5 Feedbacks »

  1. Gravatar

    noldie :

    November 12, 2005 @ 4:03 pm

    kita ga bisa pungkiri, terkadang self defense itu sekokoh Tembok Yeriko yang senantiasa membentengi kita melalui pikiran kita. salah ga sih? menurut gw sih engga juga. itu normal. semua org pasti akan seperti itu. makanya, Tuhan bilang, Dia akan memberikan kepada kita pasangan yang sepadan, supaya kita bisa saling bertukar pikiran, diskusi, dan banyak hal *selain cuma menghasilkan generasi baru, hihihihhi*. nah, pasangan yg sepadan inilah fungsinya untuk bisa menetralisir self defense tadi. sehingga kita bisa melihat pandangan lain, nuansa lain, keputusan lain dan banyak lagi yang lain-lain.

    eniwei, gw sering banget kok mengalami kejadian kaya di atas. that’s why, gw sering diskusi ama mantan ku yang dulu, ma ortu, ma kluarga, ma temen.

    *GUBRAK!!!!!! sok serius banget yah gw kali ini!*

    nana ..::yap betul ito! makanya tetep aja daku kadang-kadang defensive mode, tapi dikit-dikit belajarlah berkomunikasi menerima masukan, teguran, tamparan *kadang-kadang heheh* dari yap teman, bokap, ama mantan yang dulu, keluarga dan lain-lain, maunya sih ama pasangan yang sepadan *duh kapan datangnya yak?…. lho kok malah curhat? :mrgreen:

  2. Gravatar

    g :

    November 12, 2005 @ 5:06 pm

    menjadi berani itu naluri…

    nana ..::naluri yak? untuk survival?

  3. Gravatar

    Editor Cerpen :

    November 12, 2005 @ 9:22 pm

    Halo Nana,

    Saya sudah baca beberapa posting Nana. Bagus-bagus lho. Kadang lucu juga.

    Eh, sudah tahu belum bentar lagi majalah cerpen remaja, Cerita bakal terbit? Seru lho. Isinya cerpen-cerpen remaja yang berkualitas.

    nana ..::terimakasih. belum tahu tapi sekarang jadi tau :D keep me posted then!

  4. Gravatar

    doeljoni :

    November 13, 2005 @ 3:52 am

    lirik koment ‘editor cerpen’ :
    wah.. bakal nambah satu lagi nih, usaha kaki lima nana… selain jadi contributor penerjemah
    hehehhe

    bakat orang emang sulit di duga …

    *tulisannya tambah ’sangar’ bo !*

    nana ..::usaha kaki lima? waduh pak ini lho usaha jualan mendoan ae wis kewalahan ngurusnya :P

  5. Gravatar

    bintangjatuh :

    November 14, 2005 @ 1:01 am

    duh saya jarang masuk, jadi kalo ujian ga bisa, nilainya juga jelek, kapan lulus yah?

    nana ..::nah lulus buat kamu itu yang gimana dulu? sekedar lulus dengan nilai bagus tanpa benar2 mengerti whether or not you grab the knowledge you are supposed to learn in the uni, or lulus karena benar2 tau dan sukses mengaplikasikannya meski secara nilai jeblok? :mrgreen:

Leave a comment

(required)

(required)