menjadi berani itu pilihan!
pernahkah kamu mendapati dirimu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dibenakmu sendiri? pernahkah kamu memperhatikan jawaban-jawaban seperti apa yang muncul atas pertanyaan-pertanyaan yang meletup di dirimu sendiri? pernah?
pernahkah kamu berpikir kenapa kamu bertanya lalu kamu jawab sendiri? dan kenapa jawabannya seperti itu? pernah?
aku sering. aku jawab sendiri pertanyaan yang berkelebat di sisi hati. dan semakin dipikir seringkali jawabannya bersifat terlalu *aman*. menjauhkan diri sendiri dari kemungkinan kecewa, terguncang ataupun tersakiti. huh. bukan pilihan bijaksana aku pikir. memang sih jadinya terlihat kuat dan stabil. karena semua resiko ditekan sedemikian rupa. dengan jawabanku sendiri yang tentu saja enak diterima oleh diriku sendiri.dan tidak cukup berani mendengar jawaban sekiranya pertanyaan yang sama terlontar keluar diri. tapi mau begini sampai kapan?
hingga sampai ke pemikiran, memangnya kenapa kalau sesekali mengekspos diri terhadap kemungkinan-kemungkinan selain yang terbetik didalam alam pikiran sendiri? membiarkan diri mendapatkan jawaban yang tidak selalu terdengar indah ditelinga? bukan berarti itu hal yang buruk kan? mungkin saja meski terdengar buruk, jawaban itu membawa tantangan baru untuk maju. untuk berkembang. untuk menjadi lebih kuat. mungkin saja kan?
bagaimanapun hidup ini soal cinta, proses pembelajaran, ujian-ujian dan perayaan-perayaan. gimana bisa kita mengalami perayaan atas kesuksesan kalau tidak pernah mencicipi kegagalan? bagaimana bisa kita tahu kita semakin baik kalo tidak melalui ujian-ujian? hmmm…

noldie :
November 12, 2005 @ 4:03 pm
kita ga bisa pungkiri, terkadang self defense itu sekokoh Tembok Yeriko yang senantiasa membentengi kita melalui pikiran kita. salah ga sih? menurut gw sih engga juga. itu normal. semua org pasti akan seperti itu. makanya, Tuhan bilang, Dia akan memberikan kepada kita pasangan yang sepadan, supaya kita bisa saling bertukar pikiran, diskusi, dan banyak hal *selain cuma menghasilkan generasi baru, hihihihhi*. nah, pasangan yg sepadan inilah fungsinya untuk bisa menetralisir self defense tadi. sehingga kita bisa melihat pandangan lain, nuansa lain, keputusan lain dan banyak lagi yang lain-lain.
eniwei, gw sering banget kok mengalami kejadian kaya di atas. that’s why, gw sering diskusi ama mantan ku yang dulu, ma ortu, ma kluarga, ma temen.
*GUBRAK!!!!!! sok serius banget yah gw kali ini!*
g :
November 12, 2005 @ 5:06 pm
menjadi berani itu naluri…
Editor Cerpen :
November 12, 2005 @ 9:22 pm
Halo Nana,
Saya sudah baca beberapa posting Nana. Bagus-bagus lho. Kadang lucu juga.
Eh, sudah tahu belum bentar lagi majalah cerpen remaja, Cerita bakal terbit? Seru lho. Isinya cerpen-cerpen remaja yang berkualitas.
doeljoni :
November 13, 2005 @ 3:52 am
lirik koment ‘editor cerpen’ :
wah.. bakal nambah satu lagi nih, usaha kaki lima nana… selain jadi contributor penerjemah
hehehhe
bakat orang emang sulit di duga …
*tulisannya tambah ’sangar’ bo !*
bintangjatuh :
November 14, 2005 @ 1:01 am
duh saya jarang masuk, jadi kalo ujian ga bisa, nilainya juga jelek, kapan lulus yah?