aku ingin berbagi cerita. aku iri pada penis dan juga vagina. hubungan mereka begitu dekat, begitu sederhana, menyelami dan menerima. dan saat rasa meluap dan tak tertahankan lagi, tidak, mereka tidak mengungkapkannya dengan sesumbar, tidak dengan kata kata, cuma dengan rasa. ejakulasi dan orgasme. sesuatu yg tidak dapat dimengerti oleh yg lain. sesuatu yg tidak dapat terjadi tanpa persatuan mereka; masturbasi adalah penipuan diri, dan nikmat itu adalah semu; ya aku sungguh iri pada kesederhanaan itu. tapi kamu penis dan juga vagina, kamu hanya bagian dari sebuah rangkaian, satu kesatuan. tergantung pada bagian yg lain untuk menjadi diakui. bahkan ketika orang menyebut-mu sebagai kemaluan (manusia itu kadang aneh, sesuatu yang agung, yang digunakan untuk menciptakan manusia lain kenapa disebut kemaluan?) pun, tak sepatah teriakan protespun tercipta darimu. jangan harapkan seperti itu terjadi padaku. bagaimanapun aku lebih bahagia menjadi seseorang dengan kehidupan dimana tidak ada seorang pun bisa menyentuh istanaku. benar, mungkin aku tidak punya hubungan seindah penis-vagina; hubungan yg sederhana itu selalu terlihat indah dimataku; tapi setidaknya aku tidak tergantung ke orang lain hanya untuk diakui ada, dan itulah hidup, bagiku.
a collaboration