gak cuma buta.. tapi yo tuli, bodoh, guoblok, gombal bin sontoloyo…
tapi saya ga sepakat sama quote :
….ia seringkali tidak sampai ke tempat yang semestinya? sering salah arah?
tanpa cinta, mungkin kamu bisa lebih tinggi pencapaianmu. tapi saya yakin, tempat yang tinggi seperti itu sangat menyakitkan karena sepi.
nana..::meski cinta itu ngga jarang menyakitkan dan mencipta sepi. but yes, tapi saya yakin, tempat yang tinggi seperti itu sangat menyakitkan karena sepi. i am with you.
iya buta –> level parah: gangguan mental
cinta bisa memposisikan seseorang seperti di surga bahagia berbunga sakura atau neraka membara kejam bersalah..
dimana saja posisimu defend, struggle!!
nana..::begitu dahsyatnya sesuatu yang bernama cinta
bagian dari pendewasaan diri na…
tanpa tahu dan mengenal cinta buta, cinta matang dan kasih sayang sejati, seseorang gak akan lengkap mencapai kedewasaannya. gak bakal lengkap menggapai kemanusiawiannya…
tentu saja setelah tahu, harus pula bisa mengolah dan menangani perlik-perlik persoalannya…
nana..::yap. 100% with you. a path to maturity it is
setuju sama naga, tidak buta tapi membutakan. makanya kita bisa aja jatuh cinta sama orang yg sebelumnya kita pikir ‘enggak banget’ atau bukan tipe kita.. kita bisa jatuh cinta sama siapa aja.. tapi memang pekara bisa nggak diteruskan lebih lanjut itu nggak selalu ada siy.. but hey, that’s life
nana..::setubuuuuuuuuuhh deh. iyah bener-bener membutakan. errrr juga bikin bego, eh itu crush dink, cinta biasanya bikin nyaman kok kecuali pas bertepuk sebelah tangan alias ngarep hihihihihi…
andry :
September 30, 2005 @ 12:36 pm
gak cuma buta.. tapi yo tuli, bodoh, guoblok, gombal bin sontoloyo…
tapi saya ga sepakat sama quote :
tanpa cinta, mungkin kamu bisa lebih tinggi pencapaianmu. tapi saya yakin, tempat yang tinggi seperti itu sangat menyakitkan karena sepi.
gita :
September 30, 2005 @ 1:09 pm
“but love isn’t blind, love sees but doesn’t mind” - setuju ga na?
bintangjatuh :
September 30, 2005 @ 1:48 pm
kalo di AADC sih nggak buta na, cakep, cerdas lucu ^^
naga :
September 30, 2005 @ 3:28 pm
cinta tidak buta, tapi membutakan…
just a matter of using correctly the verb..(sok tau..)
kabur ah…
dental :
September 30, 2005 @ 3:37 pm
iya buta –> level parah: gangguan mental
cinta bisa memposisikan seseorang seperti di surga bahagia berbunga sakura atau neraka membara kejam bersalah..
dimana saja posisimu defend, struggle!!
Demonian Deviliano :
September 30, 2005 @ 3:46 pm
bagian dari pendewasaan diri na…
tanpa tahu dan mengenal cinta buta, cinta matang dan kasih sayang sejati, seseorang gak akan lengkap mencapai kedewasaannya. gak bakal lengkap menggapai kemanusiawiannya…
tentu saja setelah tahu, harus pula bisa mengolah dan menangani perlik-perlik persoalannya…
g :
September 30, 2005 @ 6:24 pm
;)
you tell me…
nina :
September 30, 2005 @ 10:43 pm
jika benar cinta itu butaaaaa…butakah hatikuuuu…
kalo gak salah lagu band malaysia.
doeljoni :
October 1, 2005 @ 9:27 am
“lebih baik kau bunuh… aku dengan pedang muuuuu
asal jangaaaaan…
kamu bunuh aku dengan cintamuuuuu…”
(dangdutan)
goyaaaaang… naaaaa….
poy :
October 1, 2005 @ 12:03 pm
setuju sama naga, tidak buta tapi membutakan. makanya kita bisa aja jatuh cinta sama orang yg sebelumnya kita pikir ‘enggak banget’ atau bukan tipe kita.. kita bisa jatuh cinta sama siapa aja.. tapi memang pekara bisa nggak diteruskan lebih lanjut itu nggak selalu ada siy.. but hey, that’s life
Charly Silaban :
October 4, 2005 @ 4:09 pm
Pertanyaan yang mengganggu juga :
Siapa yang menggigit header graphic blog nana ampe somplak begitu ?