kejam itu perlu
pernah ngga merasa bersyukur punya temen yang blatantly bitchy saat dicurhati tentang sesuatu? as weird as it may sound, beberapa kali aku jauh lebih memilih temen jenis beginian
yang selalu come up dengan teori antitesisnya. with appropriate portion of necessary evil. yang ngga melulu iya iya dengan pemikiranku. yang ngga selalu ikut larut menangis bersama. yang seringkali malah sibuk ngomel-ngomelin. yang kalo aku berpikir b, malah nanya kenapa ngga c. giliran dah mulai setuju ambil langkah c, nanya kenapa ngga d. arrrggghhhh.
hehehehe. but i simply love temen jenis beginian ini. dipikir-pikir kita kadang-kadang (atau sering?) seperti anak kecil. pernah ngga liat anak kecil yang jatuh, terus the people around panicky dan bertanya : aduh, aduh. sakit yah? gapapa kan? alhasil si anak kecil malah nangis. eh pas jatuh dan ngga ditanya, si anak kecil biasa-biasa aja. ngga nangis.
nah kayak gitu itu deh, kalo pas kita curhat dan temen yang kita curhatin mendengarkan dan menghujani kita dengan kalimat-kalimat bernada simpati, uhuk uhuk kita akan tersedu-sedu mellow dan mengasihani diri sendiri. dan memanjakan perasaan, so alih-alih curhatan menghasilkan solusi ini malah muncul segala macam justifikasi kalo diri sendirinya tidak bersalah, harus ada pihak-pihak lain yang menjadi penyebab masalah yang ada *tuk* not a wise move eh?
temen jenis evilish will open wide my eyes, looking at solutions instead of merely the problem. the antitesis, omelan, nasehat-nasehat ajaib, pertanyaan-pertanyaan konyol macam masak? yakin lo? kenapa ngga a? kenapa b? dan sejenisnya selalu lebih sukses membuat diri ini *buset bahasanya
* tidak terlalu lama tenggelam dalam masalah sambil tersedu-sedu ngga penting. simpati sih berguna tapi kalo bikin kita memanjakan perasaan terus-terusan dan ambruk dalam well-sapa-yah-kali-ini-yang-bisa-gue-salahin? karena-ini-semua-tentu-saja-bukan-salah-gue syndrome, ya buat apa?
(this is for you, my cherished friend)

bintangjatuh :
September 8, 2005 @ 12:18 pm
hmm.. jadi sama dengan begini cari lawan kata dulu baru bisa mengerti apa arti kata tersebut?
mili vanili :
September 8, 2005 @ 3:26 pm
blame it on the rain… yeee… iyeee…
Young Believer :
September 8, 2005 @ 3:28 pm
my family is Mechanical Animal, my friends are Beautiful People.. we love playing SuicideKing. You die and I give a soul, talk about Tainted Love.. hhhm.. best friend is priceless
ps: singkronisasi artikel, seharusnya saling tembak trackback
bay :
September 8, 2005 @ 4:04 pm
dalam berteman sekarang gw agak selfish (dikutip dari multiply gw): “yg penting gw ok. klo situ nggak ok, gw akan bikin elu ok. kalo lu tetap gak ok, yg penting gw tetap ok. perkara situ nggak ok, ya itu salah situ.”
naga :
September 8, 2005 @ 5:19 pm
mungkin kejam sih ngga, tp. pemikirannya beda. Gue sendiri, paling ngga bisa menghibur temen yg tersedu2, soalnya gua pikir, kalo gua lagi jutek gitu, mendingan biarin dulu deh marah, kesel, nangis. Setelah lewat keselnya baru ngomong.
cynical pragmatic :
September 8, 2005 @ 10:52 pm
nek aku simple.
konco mayak yo tak keplak dengan kasih sayang.
mending jujur, ketimbang memuji (baca:menjilat).
dan memang ini jangan trekbek ke sini. im talking about another level (lower, much much more basic friendship, possibly).
viga :
September 9, 2005 @ 6:27 am
wekekeke.. banyak tuh yang model begitu.. termasuk gwe… wkekekekek
Demonian Deviliano :
September 9, 2005 @ 8:49 am
evilish friend ? maksudmu jelangkung, grandong, mak lampir, wewe gombal, dan nana ? :
:
gila… terus saya di anggap apa donk ? barongsai ?
whahahhahahha…
heran,… knp tiap cangkruk di blogmu jadi pengen jail ?
well, basically setuju ama pendapat nana
dan beberapa orang punya cara yang unik dalam menyampaikan empatinya…
sebagian bermaksud baik dan disampaikan dengan cara ‘memanjakan emosi’, sebagian dengan ‘mengajak nalar memandang dari sudut lain’, juga ada sebagian yang bingung tapi masih mau mbantu doa dari jauh…
ttd
-Demonian Deviliano-
Demonian Deviliano :
September 9, 2005 @ 9:20 am
..karena postingan saya menarik untuk dijailin?..
::narsis aura detected::
panggil jailangkung…
gita :
September 9, 2005 @ 10:20 am
na gw punya tuch temen kek gitu, ga prnh konek ama gw, stiap ditanyain pndapt slalu ajah ngomong yg pedes2, pokoknya omongannya sring ga tedeng aling2 dech, taps anehnya kita justru malah jd temen bae tuh hihihihi
justru enaknya pny temen kek gitu, kita ga perlu basa basi n bisa belajar bwt no hurt feeling ke apapun jg, iya ga *tsah pnjg bgt koment gw*
e-Fun :
September 9, 2005 @ 1:54 pm
Maksudnya gw yah? huihihihi
e-Fun :
September 9, 2005 @ 1:56 pm
yang ini loh: pernah ngga merasa bersyukur punya temen yang blatantly bitchy saat dicurhati tentang sesuatu?
kere kemplu :
September 9, 2005 @ 7:10 pm
pernah dengar lagu ruthless queen [by kayak, a dutch progrock/art rock band]??
Pipit :
September 9, 2005 @ 7:14 pm
Kalau buat saya temen memang harusnya kayak gitu. Harus berani menunjukkan kapan kita salah dan to give a kick in the ass. Temenan sama mereka yang angelish emang enak, adem..tapi lama-lama keenakan dan nggak maju-maju, terus terpuruk (hiya bahasanya).
Jadi kangen ama temen-temen yang nun jauh disana.
lenje :
September 10, 2005 @ 4:32 am
Setuju. Aku punya satu temen deket cowok, yang selalu jadi tempat curhat setiap putus dari pacar. Aku nangis2 darah, sementara dia ngetawain. Akhirnya aku mikir, well, it is actually not as hard as I had thought!
'ka :
September 10, 2005 @ 12:19 pm
sometimessssss…. you think it’s bitchy of what your friend says/suggests is because s/he doesn’t say what you wanna hear. reality/truth is a bitch. when someone says it outloud in front of you, it’s hard to accept.
hericz :
September 10, 2005 @ 3:12 pm
well-sapa-yah-kali-ini-yang-bisa-gue-salahin? karena-ini-semua-tentu-saja-bukan-salah-gue syndrome
Kayaknya ini nama penyakitku deh.. ada yg mau jadi relawan untuk peran blatantly-bitchy-friend?
15june.com | experimental » Suicidal :
September 12, 2005 @ 10:32 pm
[…] Ternyata saya belum mati, setelah mencoba bunuh diri bersama blog ini sejak 3 September lalu. Padahal sempat test dan konsultasi tapi malah tambah pening. Saya tidak butuh nasehat tapi butuh didengarkan karena sudah penat dan mual dicekokin itu-itu saja. Hehe gimana bisa tahan yang ada di pikiran cuma pisau belati. […]
nana | rambling thoughts | » hush little baby goes to sleep … :
October 5, 2005 @ 3:44 pm
[…] seperti suatu kali, saya harus menyampaikan suatu berita yang kurang menyenangkan ke salah satu teman. jadilah saya sibuk menerka-nerka reaksinya mengingat saya tidak terlalu yakin dengan ketabahannya menerima keterusterangan. lalu sibuklah saya mengatur strategi bagaimana supaya berita tersebut tidak terdengar seperti ‘end of the world’. yang menyedihkan dan menyakitkan. atau malah membuatnya kehilangan muka. langkah babysitting saya ambil. making sure i am not attacking his comfort. ada beberapa strategi, yeah yeah yeah strategy white liepun ada , lalu mengambil yang beresiko paling minimal. paling apes dia ngambek. hehehe. sounds familiar? […]