freedom of speech?
kenapa sih satu tambah satu itu dua?
ponakan saya seringkali muncul dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat kami merasa bodoh. tidak tahu musti menjawab apa atau bagaimana. gawatnya just like an elephant always remembers, this cute three years old girl juga selalu ingat. dan selalu tau bagaimana dan waktu yang tepat untuk menggunakan jawaban-jawaban yang pernah kami berikan untuk menjawab pertanyaan, perintah dan larangan kami kepadanya. my oh my.
seperti misal suatu hari dia melihat saya menjepit uang di bibir karena kedua tangan sibuk membetulkan posisi jepitan rambut, maka the cute girl langsung : jangan ditaruh dimulut auntie. uang itu kotor lho! iya kan ma? saya tanpa sadar langsung pasang defensif mode : taip ini uangnya baru kok. masih bersih. ponakan saya kekeuh : tapi uang itu kotor auntie sudah dipegang tangan orang *tampangnya serius banget* buset dah. saya mingkem.
kali yang lain dia melihat seorang pengemis dipasar yang kebetulan kakinya cacat. langsung this wise girl nyerocos : ntie, dia sakit karena mamanya tidak makan gizi waktu dia masih diperut. alakazaaam. saya ternganga. emang dia tau gizi yah? ternyata my sister selalu mendengungkan soal gizi karena kebetulan lil girl kurang suka makan dan memakai teori kurang gizi selama hamil untuk menjawab pertanyaan ajaib-ajaib ponakan saya jika melihat orang cacat. tapi ngga berenti disitu. suatu kali kita sedang makan di lapo di senayan dan seperti biasa lil girl menolak untuk menghabiskan makanannya dan berkata : mama aja yang makan, ini gizi loooh buat adik *sambil nepuk perut mamanya*. semua mingkem seribu bahasa. menahan tawa.
latest proof atas ketengilan ponakan saya terjadi kemarin. disekolah kebetulan kemarin membahas mengenai Yesus. mungkin dengan alasan psikologis atau apalah suster yang mengajar dikelas ponakan saya cuma menjelaskan kalo Yesus disiksa sebelum disalibkan. ponakan saya yang sudah menonton Passion of Christ secara lengkap and yes she is calon movie addict
bertanya demikian, tapi suster, Yesus itu dicambuk loooh. susternya mungkin dengan alasan menghindari menjelaskan kekerasan kepada anak-anak yang semuanya notabene baru berusia 3 tahun berusaha keras menghindari menjelas soal detail penyiksaannya dan mengatakan tidak. cute lil girl bukan tipe yang gampang menyerah so she stood up dan dengan mengerahkan suaranya *yang dalam keadaan normalpun cukup mencengangkan* mendebat susternya : ya iyalaaaaah. (menghadap temannya) Yesus itu dicambuk loooh. my oh my.
hasil pendidikan rumah yang menerapkan freedom of speech? entah.

andry :
July 27, 2005 @ 2:22 pm
Gak Na. 1 + 1 bisa 3, bisa pula 4.
Pembuktian :
(1) X=Y …………………. diketahui
(2) X^2=XY …………….. kalikan X
(3) X^2-Y^2=XY-Y^2
(4) (X+Y)(X-Y)=Y(X-Y) .. faktorisasi
(5) X+Y=Y ………………. hapus (X-Y)
(6) 2Y=Y ………………… substitusi (1)
(7) 2=1 ………………….. hapus Y
Q.E.D
mimi :
July 27, 2005 @ 3:21 pm
hehehe icha dah diajak nonton gie?
espresso :
July 27, 2005 @ 4:01 pm
*glodak*
jangan sampek dia liat buku salman rhusdie di lemarimu!
Kang Ebet :
July 27, 2005 @ 7:15 pm
jadi kalo body saya yang slimmy ini termasuk kategori diet yang sukses atau masuk kategori kurang gizi ???
nah, felicia.. jawab pertanyaan om yang imut ini yah
dental :
August 1, 2005 @ 4:29 pm
*ngebayangin nana seusia ponakannya* kikikikik