menjungkirkan stigma?
terkadang orang hanya menilaiku dari atribut yang aku pake ‘na. that easy you know mereka menaruh cap di jidatku. begitu keluh teman saya suatu saat.
hmm i guess itu sesuatu yang jamak terjadi. seringkali tanpa digging deep kita come up dengan prejudice, penilaian-penilaian (yang seringkala dangkal dan …. tidak tepat?) terhadap orang-orang di sekeliling kita. cuman karena kita lihat dia seringkali hang out dengan manusia-manusia ngga bener menurut penilaian masyarakat kebanyakan anak-anak tukang nongkrong, gondrong, merokok, alkohol dsb dsb, kita merasa berhak mengecapnya sebagai part of the grump lengkap dengan anggapan pasti dia juga *melakukan hal-hal negatif yang mereka lakukan*.
my of my. semudah itukah? tapi in a sense kalo mau nyalahin anggapan orang-orang itu juga ngga pada tempatnya kayaknya. karena mereka mungkin cuman melihat dan melontarkan prasangka. tapi di sisi yang lain : iya kalo bener, kalo salah? nah disinilah semestinya kita tidak terlalu gampang memberi penilaian ke orang lain sebelum benar-benar mengerti duduk permasalahannya *ini mungkin kenapa masalah suka lama, abis dia duduk, kalo udah duduk lupa berdiri dan pergi
*
tapi masak iya kita bisa meminta semua orang untuk mengerti kita? dan bisakah kita memahami tindakan, ucapan atau apapun dari setiap orang disekeliling kita? jelas ngga mungkin kan? terus kita harus hidup lurus menurut norma manusia normal? luruuuusss, so where is the fun then? begitu kata temen saya. terus apa kita harus menghindari orang-orang yang akan sekiranya akan membuat kita mendapat cap yang kurang baik jika kita memutuskan berkawan dengan mereka? that simple?
pernah ga berpikir, kalo mereka bisa saja mempengaruhi kita, kenapa kita tidak bisa mempengaruhi mereka?
so wishful thinking yah? i know. ngga semudah itu pasti. well kalo gitu gimana kalo belajar untuk tidak terlalu gampang berprasangka?

andry :
July 24, 2005 @ 4:55 pm
Ini abad informasi. Kita bukan lagi perang nuklir, tapi perang mindset.
iklan sampo : kenapa mesti pake model cewek cantik rambut lurus?
F1 : kenapa mesti ada cewek di podium waktu nyerahin piala ?
Kenapa bisnis escort lady sukses ? karena mindset : rapat gak akan mulus tanpa kehadiran “pemanis ruangan”.
“the battle of sexes” mindset ?
kalo dengerin mindset orang terus, ya mampus kita. mana bisa kita jadi mr please ‘em all ?
andry :
July 24, 2005 @ 4:58 pm
oh iya Na.. lupa :
“Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan.” (Soe Hok Gie)
bwahaha…