mati muda, tua atau …?
“Seorang filsuf Yunani pernah menulis … nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.”Gie
hmm.. apa iya ini cuman soal enak mati muda. biar ngga usah kelamaan ribet dengan begitu banyak permasalahan hidup yang seringkali bikin pening dan ………. terkadang malah bikin pengin mati?
tapi ya itu tadi semuanya soal nasib. ada yang bernasib mati muda, ada yang udah saki-sakitan kayak apa tetep aja masih idup. tetep aja ada KEKUATAN BESAR DIATAS SANA yang mengatur hidup kita. kecuali biar mati muda terus bunuh diri aja. tapi apa gunanya IMHO.
tadi aku baca artikel ttg Gie yang ditulis Arief Budiman kakaknya : dia baru sadar kalo adiknya itu sangat dikagumi banyak orang pas dia jemput jenasah adiknya di semeru, di semua tempat yang dilalui dan disinggahi orang-orang bicara ttg Gie padahal cuman karena pernah baca tulisannya, dan semua menyayangkan kenapa dia harus mati muda. such a smart dan brave soul gitu looohhh.. coba dia hidup lebih lama pasti akan ada banyak yang bisa dia lakukan, but hey, why can’t we yang meneruskan cita-citanya? ya kan?
so aku pikir bukan soal mati mudanya yah. tape soal memberi arti pada hidup kita. ngapain juga hidup lama-lama tapi ngga ada artinya sama sekali. hidup cuman circle around oneself. mikir ttg diri sendiri. berharap semua untuk kepentingan diri sendiri. sekalian aja ngga usah idup. hmmm…
so how can we have a meaningful life regardless berapa lama kita bakal hidup? Lagian emang kita tahu kapan kita bakal mati? So while still very much alive and kicking, let’s try our best to be *someone* ngga perlu terlalu berharap buat jadi seseorang whom hopefully pasca ketiadaan kita *bahasanya :p* ada orang yang hmm… masih menganggap bahwa kita pernah hidup dan berarti. yang penting bikin hidup ini berarti. usah muluk-muluk buat diri kita and orang-orang disekitar kita dululah. gimana yah caranya?
inspired by our mail chat amigo!

alarix :
July 23, 2005 @ 1:15 pm
hmm.. seperti hadits
“sebaik2nya orang adalah orang yg hidupnya panjang dan bermanfaat buat orang lain, dan seburuk2nya orang adalah orang yang hidupnya lama dan tidak bermanfaat untuk orang lain”
dental :
July 23, 2005 @ 3:26 pm
sekarang, apakah engkau siap memberi arti dlm hidupmu?
hayuuuukk….
Q :
July 23, 2005 @ 7:58 pm
iya, aku juga agak heran kenapa banyak orang menjadikan kalimat itu sebagai quotation terbaik dari Soe Hok Gie. Padahal itu kan kalimat yang sangat pesimistis terhadap kehidupan. Seolah dari kehidupan dunia ini tidak ada yang bisa memberi manfaat bagi yang manusia yang menjalaninya.
Apa artinya mendapatkan nasib terbaik dengan tidak dilahirkan, padahal dengan tidak dilahirkan berarti tidak pernah ada?
Yang paling cucok ya hadits yang dikutip Alarix itu. Penuh dengan optimisme dengan tetap berada di jalur yang seharusnya…
ya ndak siy?
dental :
July 23, 2005 @ 9:04 pm
test comment
doeljoni :
July 24, 2005 @ 5:48 am
gw tertarik untuk tahu gimana kondisi batin Gie yang melatarbelakangi tercetusnya ucapan itu…
kira-kira apa dan kenapa ya ?
mimi :
July 24, 2005 @ 8:37 am
mati muda, tua atau …?
hehehe mati keren, mati kaya
g :
July 24, 2005 @ 9:33 am
mati sakit, tua, menderita serta sendiri pula
Geek :
July 24, 2005 @ 1:23 pm
Kita semua adalah “Gie”.
Hanya saja lebih baik, karena kita punya blog. Jadi ide kita nantinya gak ikut masup liang lahat.