fantastic 4!
dosen yang lain sangat percaya kalo karya seni harus selalu indah termasuk lipsing is fine di pementasan drama asalkan artis yang memerankan cantik/tampan menyegarkan pandang para penontonnya. jadi kalo ada seseorang bersuara malaikat tapi kurang cantik/tampan *definisikan cantik dan tampan plis* ya sah-sah aja kalo di pertunjukan lifenya diwakili dengan yang more fortunate one. my oh my.
buat aku aku lebih buy the words from the first one. ngga ada karya seni yang jelek. aku biasanya mengkategorikan jadi ones that i can enjoy and those which i don’t really enjoy. lha gimana aku mau sok menilai. lha wong menciptakan karya seni aja ngga bisa
. duh aku ngemeng apa sih?
it’s about fantastic four benernya. rebet kan preambulenya :p. last night, despite of the warning from some friends that the movie is not … hmmmm lemme put it this way … ngga terlalu sehebat komiknya
*cari aman*, akhirnya berdua ama bapak yang dah ngga sabar pengin tau doble personalidad itu apa :p nonton fantastic four. dan hey, it’s not that bad yah Den? so kapan kita mengajukan mosi keberatan kepada bapak-you-know-who?
eh ngga usah dink secara kan terserah impresi penikmat hehehehe … the film is not that powerful in delivering its message *whatever it is* nor in its dialogues nor embel-embel yang lain but yet it is entertaining. not that bad lah. seru. tapi ngga gitu penting. enjoyable. tapi ngga terlalu menggigit. apaan sih ini. wis ahh. sebelum aku mempermalukan diriku sendiri :p. ini tm ngga?

nana | rambling thoughts | » ini bukan pembelaan! :
November 20, 2005 @ 1:47 pm
[…] selera adalah selera. masalah rasa. it is personal. sama juga dengan seni. it is personal. mungkin saya tidak memahami coretan-coretan affandi yang tidak berarti apapun buat saya, tapi apa terus saya boleh mencapnya jelek atau norak atau kampungan atau tidak bernilai seni. ngga kan? atau misalnya kalau ada yang suka musik metal yang kedengeran gumbrang gumbreng dengan vokalis yang tereak-tereak macam mau mutusin pita suara, apa iya terus aku bilang ih plis deh, musik apaan tuh? ngga kan? […]