imajinasi relung hati
kuda-kuda yang kita naiki
berlari saling mengejar
dan tangan kita terulur
saling bertautan
semua terasa hangat
terlihat indah
lihat
lampu-lampupun
berkedip genit
melihat kita
mungkin iri
atau berbahagia
untuk kita
kuda-kuda kita terus berlari
dan tangan kita tetap bertautan
mengalirkan kehangatan
semua ini memang
tiada berujung
karena kita berdua
sepakat untuk
terus bermimpi
kuda-kuda kita tak bersuara
tak ingin mengganggu
keheningan diantara kita
yang sedang berbicara
dengan bahasa hati
lebih indah
tanpa suara
dan kuda-kuda kita berlari
diatas angin
terus berputar
sejalan dengan
berkuasanya sang waktu
dan tangan kita tetap bersatu
dalam kehangatan rindu
kita berdua
di karusel
mayapada
kita, kuda-kuda
kehangatan genggaman
bahasa hati
semua tanpa suara
karena kita sedang bermimpi
berlari saling mengejar
dan tangan kita terulur
saling bertautan
semua terasa hangat
terlihat indah
lihat
lampu-lampupun
berkedip genit
melihat kita
mungkin iri
atau berbahagia
untuk kita
kuda-kuda kita terus berlari
dan tangan kita tetap bertautan
mengalirkan kehangatan
semua ini memang
tiada berujung
karena kita berdua
sepakat untuk
terus bermimpi
kuda-kuda kita tak bersuara
tak ingin mengganggu
keheningan diantara kita
yang sedang berbicara
dengan bahasa hati
lebih indah
tanpa suara
dan kuda-kuda kita berlari
diatas angin
terus berputar
sejalan dengan
berkuasanya sang waktu
dan tangan kita tetap bersatu
dalam kehangatan rindu
kita berdua
di karusel
mayapada
kita, kuda-kuda
kehangatan genggaman
bahasa hati
semua tanpa suara
karena kita sedang bermimpi
heheheheheh tahun lalu nulis yang ini…buat yang disana, inget ga cerita dibalik ini?
