bukan, bukannya saya kangen rumah. lha wong setiap hari juga pulang kerumah

apalagi sejak hidup mandiri dari sekitar 9 tahun yang lalu, rumah adalah tempat saya tinggal *tsaaaahhh (sok) dewasa* bukan lagi rumah ortu apalagi mertua *secara saya belum punya mertua…helppppp!!!
ini soal going home syndrome, hihihi tadinya saya juga ngga tau ini sindrom apaan sampai ketiadakerjaan saya membuat saya membaca ulang majalah lama dan terbacalah artikel ini *rebet amat sih bahasanya
ternyata menurut para ahli, kita semua ini terjangkit sindrom yang satu ini.
ngga, sindrom ini ngga bahaya kok, eh ngga tau juga ding *uik naa, maksud lo apaan sih? - suara tanpa wujud-* gini-gini sindrom ini tuh membuat orang selalu mencari suasana yang mirip atawa sama dengan suasana masa kecilnya. misal nih kata artikel itu, dalam mencari pasangan, para makhluk berwujud manusia
cenderung mencari seseorang yang berkarakter mirip atawa sama dengan orang-orang yang dekat dengannya during his upbringing years *uik…kenapa sayah jadi bingung sendiri ini maksudnya apah?
lebih jelasnya ginih : kalo ada seorang gadis yang dimasa kecilnya hidup ditengah keluarga yang penuh kasih sayang, maka dia akan mencari figur yang mirip dengan orang tuanya untuk menjadi pasangan hidup, atau karena dibesarkan oleh seorang ibu yang cenderung otoriter maka seorang laki-laki cenderung mencari pasangan hidup yang suka mengatur *iya ngga sih?
eniwei, sayah dibesarkan ditengah keluarga yang manis, dengan papa dan mama yang lumayan disiplin tapi tetep memanjakan anak-anaknya, so kira-kira diluar sana ada ngga ya seorang laki-laki yang siap memanjakan saya tapi tetep ketat mengawasi saya dengan aturan-aturan *of course yang ngga bikin bete -pesan sponsor* hihihihi…uik, kok jadi promosi terselubung gini, ahhh ini pasti ketularan si…
ngelirik bondet…hahahahaha