October 22, 2004

[ke] [meng] hilang [an] [kan] teman …

Posted in: bla bla bla @ 10:11 am
kalo sohib saya sedang kehilangan teman dan mengharap temannya balik meski dengan caci maki supaya sohib saya itu bisa minta maaf dan bisa kembali berteman …, saya malah sedang mengalami exactly kebalikannya. Saya sedang berusaha untuk tidak menjadi teman bagi seorang teman saya any longer. Sound harsh? let me do the explaining.

bukan. bukan karena saya benci teman saya itu. bukan juga karena teman saya itu jahat. alasannya justru terletak bagi saya. saya pikir saya tidak bisa jadi teman yang baik bagi dia. saya pikir [dan sepertinya memang begitu] saya sering menyusahkan dia dengan segala kemarahan, omelan, ajukan, dan hal-hal yang kalo dipikir sooooo unbelievable yang telah saya lakukan terhadapnya.

Karena alasan itulah lebih baik kita tidak berteman sepertinya. kasihan teman saya itu harus cope dengan segala kejelekan saya. dan untuk itu saya sudah wave a proper goodbye. masuk akal ngga sih? jadi saya pikir kalo ada temen yang tiba-tiba menjauh, jangan langsung salahkan diri anda sendiri [sudah melakukan kesalahan atau apapun juga] mungkin si teman justru yang merasa telah melakukan kesalahan dan milih mundur..siapa tau to?

*lega sekarang*

October 21, 2004

tickle my senses..

Posted in: bla bla bla @ 9:50 am
apa iya bahagia itu ada karena keadaan, keberadaan?

*to be continued…

October 20, 2004

hiks pengaruhnya itu lhoo..

Posted in: bla bla bla @ 1:11 pm
pagi-pagi dah diingetin lagi, kapan? kapan ke Manila? hiks hiks pengen banget. You see temenku yang doyan sekolah bernama Citra udah lama nyemangatin ke Manila, tapi kenapa tiket ke phil musti mahal amat seh? ihik banged deh.

pagi ini semangat terpompa lagi inget kalo mulai taun depan fiskal (yang bikin nehek) bakalan diapus di negara asean *tepuk tangan*. tapi pikir punya pikir kalo fiskal diapus, bisa-bisa wisatawan domestik yang biasanya kalo weekend ke bali bisa-bisa pindah ke singapore atau malaysia dan sejenisnya dong? ihik ngga sih?

padahal para wisatawan domestik itu lumayan hebat menjadi filler kalo pas bali sepi karena bukan hari libur di negara manca. para turis dalam negeri ini akan banjir ke bali dan menggelembungkan uang service charge para buruh pariwisata kayak aku ini.

hik, artinya bisa ke manila ngga ya? ihik..

imelda marcos wannabe…

Posted in: bla bla bla @ 10:39 am
selain my passion terhadap buku, musik dan beberapa jenis olahraga, my other passion will be shoes. Ngga tau ya sejak kapan jadi suka ama yang namanya sepatu (jelas bukan baunya lho!) kalo pas jalan-jalan ngeliat sepatu yang cantik bawaannya jadi *tuink tuink* muka ngiler ler! untungnya karena tidak selalu (bahkan bisa dikatakan lebih sering tidak) punya uang, walhasil sampai sekarang belum juga berhasil nyaingin imelda marcos.. :p

jadi kalo temen ce lain ribut beli kosmetik dan baju-baju, aku lebih suka berkeliaran cuci mata di daerah sepatu dan sandal. bawaannya jadi puas getoh (I did not make myself sound like a lunatic, didn’t I?) dari sepatu olahraga, sandal sampai sepatu kantor atau sepatu jalan..bawaannya duh pengin semua hiks… standar utama untuk sepasang sepatu yang akan aku jatuh cintai adalah ke*cantik*kannya, meski terkadang sepatu cantik itu bisa menyakiti aka bikin sakit kaki kalo lagi dipake..

some friends laughed because of that. many will choose for the comfort or at least comfort and beauty, but I will always go for the beauty, comfort comes next..eh, ada yang punya tensoplas ngga? :p

ps : tips sebelum pake sepatu baru, oleskan vaseline gel di bagian belakang (yang bakal kena tumit) dan bagian depan sepatu, ditanggung tensoplas kagak bakalan diperlukan!

…some shoes exist just to display a fierce,
short-lived burst of beauty …

Sushi for Beginners | Marian Keyes

October 18, 2004

kata kuncinya : B E R S Y U K U R …

Posted in: bla bla bla @ 11:11 am
pagi-pagi chatting kelas berat :p. soal prioritas hidup. end upnya jadi terasa (cuman ada geletar dari hati hihihihihi…) beberapa hal teranggap (ada ngga kata ini?) sebagai perimeter kesuksesan atau kebanggaan hidup (bagi kebanyakan orang, but not me)
yah aku jelas kalah telak kalo beberapa hal yang teranggap itu berupa sudah menikah, punya anak, punya rumah, punya kendaraan pribadi, punya ini dan punya itu. Tapi apa iya itu semua perimeter yang bener? *membela diri mode : ON*
tapi pikir punya pikir, bener juga kalo kata saktinya adalah B E R S Y U K U R, bukan, bukan mau sok religius tapi kan emang prioritas hidup kita tu lain-lain amat? iya nggak? *masih semangat membela diri - wink wink*
jadi jangan bandingnya apa yang kau punya dengan yang dipunyai orang lain (gitu gak seeh?) tapi bandingin ama prioritasmu sendiri, targetmu sendiri dan sekali-kali menengok kebawah jangan mendongak terus, ntar leher seksi bisa dicium lebah hehehehe..
tapi juga terkadang perlu mendongak, karena semangat iri terkadang menyuntikkan semangat berjuang untuk berhasil, kalo dia bisa kenapa aku nggak?

*ngomong ngalor ngidul ngga karuan, minjem istilahnya Mukti - blog of nonsense*

October 15, 2004

Which button will you push, the arrow up or the arrow down?

Posted in: bla bla bla @ 2:11 pm
You are standing in front of the lift landing on the 4th floor. You want to go down to the 1st floor. You know that the lift is currently in the 3rd floor. Which button will you push, the arrow up or the arrow down?

To make you think even harder (or easier :p) these are the contradicting facts based upon my (un-intellectual) observation : most people will push the arrow up, in anticipation that lift will go up and stop in the lift landing of the 4th floor so that they can then go down. I will however push the arrow down.